Tersembunyi di Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Air Terjun Jembong adalah salah satu hidden gem Buleleng yang masih jarang ramai. Alih-alih jatuh vertikal, airnya meluncur di atas dinding batu lebar berlumut dengan kemiringan sekitar 75 derajat—seperti seluncuran alami raksasa—lalu berkumpul di kolam dangkal setinggi kira-kira satu meter. Suasananya sejuk, hijau, dan pas untuk melepas penat dari keramaian Bali selatan.
Daya Tarik
Yang membuat Jembong istimewa adalah bentuk air terjunnya yang landai dan lebar, bukan deras menggelegar. Kolamnya yang dangkal relatif aman untuk berendam atau bermain air, sehingga ramah untuk keluarga. Dinding batu berlumut dan rimbunnya pepohonan di sekelilingnya membuat tempat ini terasa seperti oase tersembunyi.
- Tinggi: tingkat pertama sekitar 15 meter dengan kemiringan landai
- Kolam: dangkal (±1 meter), cocok berendam santai
- Suasana: tenang, sejuk, jarang penuh sesak
Trek Singkat Lewat Kebun
Dari area parkir, kamu hanya perlu berjalan sekitar 10–15 menit menyusuri jalan setapak yang melewati kebun cengkeh, kakao, dan kopi milik warga. Treknya relatif mudah namun bisa licin saat basah, jadi kenakan alas kaki bergerigi. Sepanjang jalan aroma rempah dan suara aliran air menemani langkahmu.
Tips Berkunjung
- Datang pagi hari untuk air jernih dan cahaya terbaik
- Bawa air minum, baju ganti, dan sandal anti-selip
- Hindari saat hujan deras karena batu menjadi licin
- Bawa uang tunai kecil untuk tiket dan parkir
Info Praktis & Reservasi
- Lokasi: Lihat di Google Maps
- Jam & Tiket: buka setiap hari 06.00–17.00 WITA; tiket sekitar Rp10.000 (warga lokal lebih murah), parkir ±Rp5.000
- Reservasi: tidak perlu booking—cukup datang langsung; sewa motor atau mobil dari Singaraja maupun Bedugul (±15 km)
- Sosmed: cari di Instagram
Ingin menjelajah air terjun Buleleng sambil menginap nyaman di Bali? Amankan dulu penginapanmu lewat voucher hotel AccessiaPass agar petualanganmu makin hemat dan tenang.
Komentar 0
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!